3 Kunci Utama Untuk Bisa Membaca Dengan Baik


Sijenius.Com –
Sebelum kita lanjut ke pembahasan utamanya. Setelah membaca sebuah buku, apakah sobat pernah merasa bahwa kalian telah menyerap dan mengerti semua informasi yang telah kalian baca?.

3 Kunci Utama Untuk Bisa Membaca Dengan Baik
Kunci Utama Membaca Dengan Baik

Hingga saat kalian menutup dan menyelesaikan buku yang kalian baca, kalian seketika sadar bahwa kalian hanya mengingat 20% atau bahkan tidak sama sekali mengenai informasi penting yang terdapat dalam buku tersebut.

Congratulations!!

Kalian telah membohongi diri kalian sendiri.

Kalian percaya bahwa kalian sudah paham akan informasi yang di peroleh, padahal pada kenyataannya kalian belum memperoleh apa-apa.

Dr. Barbara Oakley, seorang professor teknik di Universitas Oakland, menyebut hal diatas dengan istilah “Illusions of Competence”. Illusions of Competence menjelaskan beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Melihat informasi di depan kita, seperti membaca buku, hal itu tidak mengartikan bahwa kita paham tentang itu.
  • Melihat atau mendengar seseorang memberikan sebuah kesimpulan, tidak mengartikan bahwa kita tahu bagaimana memperoleh kesimpulan itu atau menjelaskan argumen mereka.
  • Mencari sesuatu di google memberikan kita ilusi bahwa informasi yang kita cari sudah diserap oleh otak kita.
  • Menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari suatu hal tidak mengartikan bahwa kita paham akan hal itu.

Seperti apa yang di sampaikan oleh Mortimer Adler “The person who says he knows what he thinks but can’t express it usually does not know what he thinks”. Sobat pastinya sering melihat ataupun mengalami, pada saat kita merasa bahwa kita paham akan sesuatu hal namun ketika kita diminta untuk menjelaskan hal tersebut kita sama sekali tidak mampu menjelaskannya. Paham akan sesuatu hal mengartikan bahwa kita juga mampu menjelesakan hal itu.

3 Kunci Utama Untuk Bisa Membaca Dengan Baik

Dalam bukunya “Learning How To Learn”, Dr. Barbara menjelaskan bahwa ada 3 kunci utama untuk bisa membaca dengan baik, yaitu:

1. Picture Walk

Yang kita pahami ketika membaca kita harus membaca buku tersebut halaman demi halaman.

Sekarang jangan lagi lakukan hal itu!

Menurut Barbara, ketika kita akan memulai membaca sebuah bab baru, lihatlah secara singkat semua gambar, diagram, judul, tulisan tebal, ringkasan, dan pertanyaan jika buku tersebut menyediakannya.

Picture walk bertujuan untuk memberi otak kita ide tentang informasi yang akan datang. Picture walk sama halnya seperti kita menonton trailer sebuah film, atau melihat peta sebelum kita berpergian sehingga kita dapat berimajinasi tentang hal apa yang akan terjadi dalam film tersebut dan mengetahui kemana arah tujuan yang akan kita capai dengan melihat peta tersebut.

Picture walk memberikan kita wadah dimana kita bisa mengatur informasi yang kita baca. Seperti halnya air tanpa gelas, air akan tumpah jika tidak ada gelas yang menampungnya.

2. Read With Care

Membaca dengan penuh kepedulian mengartikan kita untuk menjadi seorang active reader yang berarti kita menjunjung tinggi kualitas daripada kuantitas.

Maka ketika ada hal yang belum kita pahami, kita akan kembali ke paragraf itu dan membacanya sekali lagi hingga kita memahaminya. Jika perlu, tandai hal-hal yang merupakan ide utama dari bab tersebut.

Read with care atau membaca dengan penuh kepedulian bertujuan agar kita tidak membuang waktu untuk membaca sesuatu yang tidak akan pernah kita ingat. Kita akan lebih bisa menghemat waktu di kemudian hari tanpa harus kerja dua kali (membuka buku dan membaca lagi).

3. Active Recall

Active recall menjadi point penting yang harus kita lakukan setelah membaca sebuah buku. Active recall berarti membawa kembali ide atau informasi yang di dapat kembali ke pikiran.

Active recall menjadi tolak ukur apakah kita sudah benar-benar paham tentang apa yang kita baca atau belum.

Cara untuk mempraktekkan active recall sangatlah mudah dan sederhana. Jauhkan halaman, tutup buku, dan kemudian tanyakan kepada diri kalian, ide utama apa yang kalian ingat?.

Jika kalian tidak menemukan jawabannya, maka baca sekali lagi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa jika kalian menggunakan active recall dalam pembelajaran, kalian akan bisa melakukan lebih baik ketika menghadapi sebuah tes.

Ingatlah informasi tersebut di waktu dan tempat yang berbeda. Karena belajar di tempat yang berbeda akan membuat informasi semakin tertanam kuat di dalam otak. Jangan hanya meletakkan informasi di dalam ingatan, tetapi kita juga harus memahaminya.

Nah sobat, udah pada paham kan apa aja point pentingnya?. Sebetulnya terkadang dalam hal membaca dan memahami kita memiliki cara masing-masing. Hal yang di jelaskan di atas adalah berdasarkan penelitian dan pandangan para ahli, tidak ada salahnya kita mencoba bukan?. Semoga informasi diatas dapat memudahkan kalian dalam membaca, jangan bosan-bosan untuk membaca karena membaca adalah jendela ilmu. Cukup sekian semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Good Luck👍

Tinggalkan komentar